Arti Halalan Thayyiban dalam Konsumsi Makanan

Arti Halalan Thayyiban dalam Konsumsi Makanan

Dalam mengonsumsi makanan, umat Islam diperintahkan untuk memakan makanan yang halal dan thayyib. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan pengertian tersebut? Kata halalan sendiri dalam bahasa Arab berakar kata Halla yang artinya “Lepas” atau “Tidak terikat”.

Secara etimologi, dengan demikian kata halalan punya arti hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan dengan alasan bebas dari atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Atau secara gampang dan sederhana bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang bebas dari bahaya duniawi dan ukhrawi.

Lalu, bagaimana dalam konteks pangan? Tentu saja makanan halal adalah makanan yang boleh dikonsumsi, diproduksi dan diedarkan secara komersial. Sementara, pengertian haram adalah segala sesuatu yang dilarang syariat untuk dilakukan. Dengan demikian makanan haram adalah makanan yang tak boleh diproduksi, dikonsumsi apalagi dikomersialkan.

Sementara, kata Thayyib berarti “Lezat”, “Baik” dan “Sehat”, “mententeramkan”, “paling utama”. Terkait dengan makanan halal, kata thayib berarti makanan yang tidak kotor dari segi zatnya atau rusak (kadaluarsa) atau tercampur najis. Singkat kata, makanan yang tidak membahayakan fisik maupun akalnya ketika mengonsumsinya. Itulah penertian makanan yang halal dan thayyib. Semoga bermanfaat ya. (Zaidan Nafis/Halaltren.com).