BNI Syariah Lakukan Recovery Healing Untuk Anak – Anak Korban Gempa Lombok

BNI Syariah Lakukan Recovery Healing  Untuk Anak - Anak Korban Gempa Lombok

Gempa yang melanda Lombok dan sekitarnya sejak Minggu 5 Agustus 2018 hingga kini terus terjadi dimana menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tercatat 230 kali gempa susulan pascagempa bumi 7,0 SR. Lebih dari 5.000 jiwa kehilangan tempat tinggal karena bangunan rumah rusak. Kejadian ini menyisakan trauma pasca gempa terutama bagi ibu – ibu dan anak – anak di daerah Lombok.

Melihat kondisi tersebut, BNI Syariah bersama Yayasan Hasanah Titik (YHT) terus bergerak ke lokasi bencana sejak tanggal 5 Agustus lalu untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Lombok Utara dalam bentuk pembangunan rumah warga yang rusak, paket sembako dan makanan siap saji, peralatan medis, tenda dan alas tidur serta obat – obatan serta program trauma healing bagi anak – anak.

Kegiatan program trauma healing diantaranya pemberian motivasi bagi anak – anak melalui dongeng cerita kisah – kisah islam, permainan edukasi dan kegiatan outdoor sehingga diharapkan anak – anak dapat terus belajar dimanapun dan kapanpun tanpa khawatir akan gempa susulan.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang bergerak cepat membantu masyarakat Lombok termasuk BNI Syariah. “Semoga kondisi cepat pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal”.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo yang terjun langsung ke lokasi gempa menuturkan, “Kejadian ini mendorong kami bersama seluruh pihak untuk bersinergi memberikan kebaikan bagi saudara – saudara kita di Lombok dari sisi moril maupun material”. Selain itu dalam kesempatan yang sama, Firman menyampaikan, “Layanan BNI Syariah Mataram diantaranya Kantor Cabang Mataram, KCP Selong, KCP Praya, KCP Masbagik, KCPM Ampenan dan KFOM Bertais tetap beroperasi seperti biasa menyediakan layanan perbankan syariah bagi masyarakat yang membutuhkan dana mendesak/darurat untuk transaksi tunai dalam jumlah besar yang tidak tersedia di ATM”. (Zaidan Nafis/Halaltren.com)