Jangan Ragu Ucapkan “Selamat Tinggal Starbucks”

Jangan Ragu  Ucapkan “Selamat Tinggal Starbucks”

“Silakan ngopi di tempat lain kalau kau tak setuju dengan pernikahan sejenis” Begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan oleh CEO Starbucks Howard Schultz. Jaringan kedai kopi yang sudah memiliki gerai di Indonesia ini menyampaikan sikapnya yang terbuka bagi gerakan LGBT sebagai bentuk dukungan terhadap Mahkamah Agung AS yang secara resmi melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2013 lalu.

Menyikapi pernyataan terbuka ini, apa sikap terbaik yang harus dilakukan oleh konsumen muslim di Indonesia? Kalau kalau kata orang Betawi “Lu nantangin gue jabanin”. Artinya apa? Kita mesti ambil sikap tegas, sebab persoalan mengkonsumsi tidak terlepas dari prinsip-prinsip dan nilai-nilai ideologis yang kita pegang.

Sebuah sikap tegas telah ditunjukkan oleh salah satu ormas Islam. Pengurus Pusat (PP) bidang ekonomi Muhammadiyah menyerukan boikot terhadap produk Starbucks. Boikot itu sebagai bentuk protes terhadap pernyataan CEO Starbucks, Howard Schultz yang dianggap mendukung pernikahan sejenis.

“Sudah saatnya pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mencabut izin Starbucks di Indonesia karena ideologi bisnis dan pandangan hidup yang mereka dukung dan kembangkan jelas-jelas tidak sesuai dan sejalan dengan ideologi bangsa kita yaitu Pancasila,” ujar Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah, Anwar Abbas dalam keterangannya seperti dikutip dari Detik.com (30/6/2017).

Nah, buat kamu-kamu yang mengaku seorang muslim, sudah saatnya juga punya sikap tegas. Jika selama ini rajin nongkrong dan ngopi-ngopi di Starbucks, sudah saatnya beralih ke kedai-kedai lain. Toh masih banyak alternatifnya. Inilah pemikiran dan sikap tegas kita menyikapi fenomena dunia kuliner yang tak sejalan dengan nafas Islam. Mulai sekarang jangan ragu ucapkan “Selamat Tinggal Starbucks”.(Maria Magdalena/HALALTREN.COM).