Kampanye Unik “Ngerokok Cuma Bakar Uang” Perlu Didukung

Kampanye Unik “Ngerokok Cuma Bakar Uang” Perlu Didukung

Kalau kamu jeli, ada Iklan Layanan Masyarakat (ILM) menarik yang mejeng di bus Transjakarta. Ya, ada kampanye buat menghindarkan diri dari rokok. Di bagian belakang bus Transjakarta, kita bisa temukan tulisan besar “Ngerokok Cuma Bakar Uang”. Tentu saja, kampanye ini perlu kita apresiasi dan kita dukung. Kenapa? Kita lihat data.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia masih mencapai 11,13 persen atau sekitar 28,5 juta (September 2015). Sementara, rokok kretek filter menjadi komoditi nomor dua tertinggi yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan setelah beras, yaitu masing-masing sekitar 8 persen, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Data lain menyebutkan, Badan Layanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyatakan bahwa beban biaya pelayanan kesehatan penyakit tidak menular (PTM) terbesar 2015 adalah penyakit utama penyebab kematian, seperti jantung, gagal ginjal kronik, kanker, dan stroke yang mencapai 23,9 persen dari total biaya pelayanan kesehatan atau sekitar 13,6 triliun rupiah. Sedangkan konsumsi rokok merupakan faktor utama risiko penyakit penyebab kematian tersebut.

Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) juga mengungkapkan hasil riset yang menyatakan bahwa konsumsi rokok pada keluarga miskin sangat besar, mencapai 14 kali biaya konsumsi daging, 11 kali biaya kesehatan, dan tujuh kali biaya pendidikan. Hal tersebut menyebabkan konsumsi rokok dapat menjadi beban yang sangat besar dalam ekonomi, baik secara makro maupun mikro terutama pada penduduk miskin.

Nah, melihat data demikian, maka kita perlu stop merokok dan terus perlu kampanyekan siapapun untuk berhenti merokok sekarang juga. Semua itu tujuannya jelas, selain menjaga kesehatan, juga menjaga kantong agar tidak jebol. Hasilnya, kesejahteraan akan meningkat ketika kita bisa hindarkan diri dari rokok. Sebab, dana bisa dialokasikan ke hal lain yang lebih bermanfaat. (Zaidan Nafis/HALALTREN.COM).