Kantongi Sertifikat Halal, Ini Target Medina Selanjutnya

Kantongi Sertifikat Halal, Ini Target Medina Selanjutnya

Medina, produsen food ware berbahan plastik membidik konsumen muslim kini bersertifikat halal dari MUI. Meski pendatang baru, Medina tahun ini menargetkan dapat mencapai pangsa pasar produk tersebut sebesar 15% .

Menurut Tati Mulyati,  Sales Head Division Medina, mengatakan dengan adanya sertifikat halal atas produk tersebut, maka pangsa pasar ibu rumah tangga muslimah dengan sistem reseller lewat market place www.dusdusan.com, semakin meningkat.  Tahun lalu,  berhasil mencapai 5% .

“Pangsa pasarnya sangat besar, kita terus berinovasi mengembangkan berbagai produk baru,” kara Tati Mulyati kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Untuk menjamin keamanan serta kenyamanan akan produk foodware, selain kualitas produk juga  konsentrasi pada pengembangan produk dengan tujuan, untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk food ware berdasarkan nilai guna juga nilai estetika produk.

Untuk itu, menurut Tati, selain kalitas produk Madina Halal juga memiliki kualitas premium. “Selain halal, produk Medina juga dijamin garansi seumur hidup serta kualitas food grade FDA yang aman bagi konsumen,” kata Tati

Berdasarkan pertumbuhan rata-rata di Indonesia mengacu data Euro Monitor, Tati memproyeksikan pasar produk plastik rumah tangga terus mengalami peningkatan.

Dengan pertumbuhan konsumsi global pada kategori food storage container yang mencapai 3,72% pada periode 2012-2017, maka pertumbuhan market size untuk kategori pembelian produk beverage ware, food storage, dan dinner ware, di Indonesia mencapai 11,2% per tahun.

Selain pasar food ware plastik yang masih menjanjikan, dia yakinkan, potensi produk halal di dunia juga semakin meningkat pesat yang estimasi nilai perdagangan sebesar Rp3,7 triliun pada 2019.

Di sisi lain, mayoritas penduduk Indonesia menjadikan halal sebagai gaya hidup yang terus berkembang sehingga Medina sehingga yang menyasar kelas menengah masyarakat Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing.

Karena itulah, kata Tati, dengan mengusung konsep produk perlatan reumah tangga yang pertama di Indonesia  maka Medina menargetkan untuk meraih 15% market share house ware dalam 5 tahun mendatang.

Mengacu data BPS, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong terbesar pertumbuhan ekonomi nasional pada 2017 yang mencapai 5,02%. Pengeluaran rumah tangga muslim mencapai Rp130 triliun/bulan yang berarti kebutuhan keluarga terhadap produksi rumah tangga masih tinggi.

“Karena pemainnya banyak, ada 10 pemain di house ware berbahan plastik dengan pangsa pasar kelas menengah ke atas. Kami harus mengatur strategi agar bisa bersaing dengan mencapai pangsa pasar sebanyak 15%,” ujarnya.

Selain produk dengan produk halal dan aman, kata dia, strategi yang ditempuh dengan model penjualan reseller. Dengan cara, maka dapat memacu penjualan oleh reseller karena selain diskon, juga mendapatkan benefit yang banyak dari Medina.

“Dengan cara itu, motivasi reseller menjadi terpacu,” ujarnya.

Dengan cara itulah, produksi food ware yang pabriknya berlokasi di Tangerang sudah mencapai 100.000 set per bulan. Angka itu diharapkan terus berkembang bersamaan dengan tingginya permintaan produk tersebut karena tren semakin dibutuhkan produk halal dan aman.

“Jadi reseller harus mendaftar di www.dusdusan.com. Anggota marke place tersebut sudah mencapai 40.000 yang tersebar ke berbagai penjuru di Indonesia,” ujarnya. (Sim?Sumbr KR/15/3/18))