Kenapa Pedagang Makanan Masih Gunakan Pewarna Tekstil?

Kenapa Pedagang Makanan Masih Gunakan  Pewarna Tekstil?

Penelitian medis membuktikan bahaya  penggunaan pewarna makanan.  Sampai saat ini, dari pemberitaan media massa, masih banyak ditemukan pedagang yang menggunakannya.  Padahal zat pewarna tekstil  sangat berbahaya bagi kesehatan.  Jika dikonsumsi, makanan yang mengandung zat berbahaya itu bisa menyebabkan mual, muntah atau sakit perut. Dalam jangka panjang bahkan bisa menyebabkan kanker.

Zat berbahaya itu diantaranya zat pewarna tekstil merah atau dikenal dengan nama Rhodamin B  serta pewarna kuning atau disebut dengan Methanyl Yellow.  Dalam kehidupan keseharian, khususnya yang sering ditemukan pada makanan jajajan anak , biasanya zat-zat tersebut digunakan pada kerupuk, tahu maupun mie.

Kenapa pedagang masih menggunakan pewarna tekstil?

“Kalau pewarna makanan biasa harganya Rp 10.000, sedangkan pewarna tekstil hanya Rp 1000” Kata petugas BPOM, Evi Citraprianti menjelaskan kepada media.

Salah satu tanda yang bisa dikenali dari makanan yang berbahaya itu, warnanya yang sangat mencolok. Nah, dengan masih adanya pedagang yang bandel menjual makanan dengan pewarna tekstil, tak ada salahnya kita harus berhati-hati. Atau kalau tidak, biasakan membawa bekal makanan dari rumah dan kurangi jajan sembarangan (Maria Magdalena/Halaltren.com).