Kerjasama BSN Dan ESMA: Ekspor Produk Halal Ke UAE Makin Mudah

Kerjasama BSN Dan ESMA: Ekspor Produk Halal Ke UAE Makin Mudah
Perdagangan produk halal di dunia diperkirakan akan semakin meningkat sebagaimana hasil survei Global Islamic Economy Gateway. Pada 2015, pasar global produk pangan halal mencapai 16,6%  dari pasar global (1.173 milyar USD). Diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 18,3% seiring bertambahnya jumlah penduduk muslim yang diperkirakan mencapai 20% dari total populasi seluruh dunia. Oleh karenanya perdagangan produk halal menjadi peluang investasi yang signifikan berkembang.
Namun, saat ini, perdagangan produk pangan Indonesia ke pasar Uni Emirat Arab (UEA) masih terkendala. Hal ini dikarenakan adanya persyaratan yang mengharuskan bahwa sertifikat halal yang diterbitkan harus diperoleh oleh Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi dan diakui oleh Emirates Authority for Standardization and Metrology (ESMA).
Dalam mengatasi hal tersebut, maka dalam rangka memfasilitasi perusahaan Indonesia agar dapat melakukan ekspor ke wilayah UAE, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menjalin kerjasama di bidang akreditasi lembaga sertifikasi halal dengan ESMA.
Kerjasama ini ditandatangani oleh Ketua KAN, Prof. Bambang Prasetya dan Director General ESMA, Abdulla Abdelqader Al Maeeni di Jakarta (23/7). Disaksikan pula perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Direktur LPPOM MUI, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si., Ketua BPJPH, Prof. Sukoso serta beberapa perusahaan produk pangan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Prof. Bambang Prasetya mengatakan bahwa dengan MoU ini, maka ESMA mengakui sertifikat halal yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi halal yang diakreditasi oleh KAN berdasarkan persyaratan standar UAE.
“Saat ini, baru LPPOM MUI yang telah diakreditasi oleh KAN, oleh karenanya, merujuk pada MoU tersebut, sertifikat halal MUI bisa diakui di UAE. Diharapkan kerjasama ini dapat mendorong para produsen Indonesia untuk memperluas pasar ke UAE,” lanjut Bambang.
Director General of ESMA, Abdulla Abdelqader Al Maeeni mengatakan kerjasama ini sebagai salah satu langkah harmonisasi skema akreditasi antar kedua negara.
Sementara itu, Direktur LPPOM MUI, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si., melihat kerjasama ini sebagai momen yang bagus untuk dapat meningkatkan daya ekspor Indonesia ke UAE, terutama produk yang telah dan akan disertifikasi halal MUI, karena saat ini baru LPPOM MUI yang telah diakreditasi oleh KAN, ISO 17065:2012.
Kerjasama ini berlaku selama lima tahun dan periode ini pula KAN akan melakukan akreditasi kepada lembaga sertifikasi halal untuk produk yang akan diekspor ke UAE dan melakukan pengawasan terhadap lembaga sertifikasi tersebut untuk menjamin integritas sertifikat halal yang diterbitkan. (Zaidan Nafis/halaltren.com).