Lagi Shalat Ada Gempa, Batalkan atau Teruskan?

Lagi Shalat Ada Gempa, Batalkan atau Teruskan?

Pada dasarnya kita tidak boleh membatalkan shalat seenaknya, kecuali ada hal-hal yang darurat dan mengharuskannya.

Salah satunya adalah kalau lagi shalat terjadi gempa bumi yang teramat kuat sehinggs khawatir ketimpa bangunan yang roboh, maka bukan hanya boleh membatalkan tapi justru wajib membatalkan shalat.

Kok gitu?

Sebab bila kita teruskan shalat tapi sangat beresiko ketimpa bangunan yang roboh akibat gempa itu, itu sama saja dengan menceburkan diri dalam kebinasaan. Dan hukumnya haram karena Allah SWT melarangnya dalam Al-Quran.

ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة

Jangan kamu campakkan dirimu ke dalam kebinasaan. (QS. Al-Baqarah : 195)

Bahkan kalau sampai mati tertimpa bangunan, bisa saja dikategorikan dengan sengaja membunuh diri sendiri. Dan bunuh diri itu terlarang di dalam Al-Quran.

ولا تقتلوا أنفسكم

Jangan kalian membunuh diri kalian. (QS. An-Nisa’ : 129)

Umar bin Al-Khattab ra ketika mengurungkan niat tidak jadi meneruskan perjalanan ke Syam karena mendengar ada wabah mematikan, dikritik orang. Kenapa khalifah tidak bertawakkal saja kepada Allah? Bukankah ajal dan nyawa itu kan sudah ada yang ngatur yaitu Allah SWT. Kenapa lari dsri ketentuan (qadarullah) Allah?

Maka Umar pun menjawab bahwa beliau meninggalkan qadarullah menuju qadarullah yang lain.

من قدر الله إلى قدر الله

Dan para ulama sejak awal sudah menyusun Kaidah Fiqhiyah yang terbangun dari hadits nabawi :

الضرر يزال

Segala kemadharatan itu harus dihalau atau dihindari. (Ustaz Ahmad Sarwat, Lc, MA)