Pentingnya Transaksi Non Tunai untuk Mencegah Perampokan

Pentingnya Transaksi Non Tunai untuk Mencegah Perampokan

Kamu mungkin masih ingat tewasnya seorang warga bernama Davidson Tantono di Daan Mogot, Jakarta. Davidson tewas setelah dirampok. Ia tewas ditembak di kepala. Sementara uang tunai sebesar Rp. 350 juta yang baru saja diambil dari Bank dibawa kabur perampok itu. Sedianya, sebagai bos sebuah koperasi, uang itu akan digunakan untuk membayar gaji pegawai.

Atas kejadian itu, ada saran menarik dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Mengingatkan kembali akan pentingnya transaksi non tunai. Kita harus lebih meningkatkan penarapan cashless society dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, lebih mengutamakan pembayaran non tunai daripada menggunakan uang cash.

Salah satu yang bisa diambil penerapannya yaitu membayar pegawai lewat transaksi non tuna atau transfer bank. Dengan demikian akan terhindar dari upaya perampokan. Sebab, dalam kasus itu sang korban ternyata sudah diincar perampok sejak masih di dalam bank. Jadi, mulai sekarang lakukan transaksi non tunai sebagai kebiasaan dalam kehidupan keseharian. (Zaidan Nafis/Halaltren.com).