Raih Omset 150 Juta Per Bulan dari Jualan Online Sebagai Reseller, Ini Rahasianya

Raih Omset 150 Juta Per Bulan dari  Jualan Online Sebagai Reseller, Ini Rahasianya

Berjualan online menjadi tren baru di era perkembangan teknologi informasi yang kian melesat. Kemunculan media sosial, aplikasi chatting, dan market place yang kompetitif, memberi angin segar kepada pelaku bisnis online. Termasuk bisnis fesyen busana muslim milik Qoyyumah, dengan nama toko online GMGO (Grosir Murah Gamis Oke).

Ibu rumah tangga yang merintis online shop dari tahun 2011 ini, mampu meraih omset hingga Rp. 150 juta per bulan hanya dari ponsel. Bagaimana caranya? Berikut penuturan Bu Qoyyum, sapaan akrabnya, mengenai perjalanan bisnisnya.

Bermula dari Reseller

Awalnya, alasan saya berbisnis karena ingin punya penghasilan sendiri, bisa berbagi dan memberi manfaat ke banyak orang. Dan yang pasti suami ridho dengan yang saya lakukan. Saya mulai jualan dari memasarkan produk milik teman-teman saya. Saya foto barangnya, lalu saya edit, saya kasih ke mereka hasil editan fotonya. Saya juga upload ke sosmed. Kalau ada yang beli baru saya ambil barangnya. Sepertinya kita membantu orang lain, tapi sebenarnya kita membantu diri sendiri.

Dari awal jualan, saya fokus di gamis. Semakin kesini, sesuai dengan perkembangannya, saya juga jual gamis syar’i. Yang saya jalani adalah membangun kepercayaan dengan para supplier (karena modal terbatas).

Awalnya, semua barang yang saya jual, saya ambil dari supplier. Dari 2011 sampai sekarang banyak hunting supplier. Sekarang saya sebagian menyetok barang, sebagian hanya ambil barang kalau ada pesanan.

Mencari Mentor Bisnis

Tahun 2011-2013 adalah masa jayanya OL shop. Karena masih sedikit pesaing. Saat itu omset memang sudah lumayan, tapi baru berjalan seadanya. Tahun 2014 mulai sepi, kemudian saya mencari cara untuk menaikkan omset dengan bergabung di komunitas bisnis. Sampai kemudian setelah ikut GMB (Grup Mentoring Bisnis) dengan Pak Fitra Jaya Saleh. Gabung dengan para moms, ada perubahan yang signifikan dalam hal omset. Sebanyak 20 orang yang gabung dalam satu kelas di GMB adalah moms yang setidaknya sudah punya sedikit mindset tentang bisnis, tapi masih sangat perlu diasah. Belajar dan belajar. Di komunitas ini, kami tidak segan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.

Mengenai omset, ketika mulai GMB, omset benar-benar sedang turun. Lalu saya coba ikuti arahan dari mentor. Alhamdulillah omset meningkat. Dari 50 jutaan, 70 jutaan, 90 jutaan, sampai 127 juta. Dan sekarang masih di kisaran 100-150 juta. Sekarang target saya di atas 200 juta per bulan. Omset sebesar ini, saya dapat dari media online, dan sebagian dari reseller.

Ini salah satu alasan mengapa saya semangat gabung dengan komunitas ini, karena bertemu dengan banyak orang yang baik hati yang mau berbagi ilmunya. Selama kita positif thinking, Allah akan pertemukan kita dengan orang-orang yang kita “butuhkan dan inginkan”.


Maksimalkan Pemanfaatan Media Online dengan Belajar Otodidak.

Untuk di media online yang saya pakai, yang banyak menghasilkan omset adalah fanspage. Sekarang saya harus pakai Fb ads. Di shopee juga alhamdulillah. Karena shopee ada free ongkir 30 ribu. Semuanya saya pelajari secara otodidak. Benar-benar meraba. Malah kadang-kadang mentor saya bilang, itu pakai cara yang mana kok bisa?
Bagaimana dengan orang yang merasa dirinya gaptek untuk berjualan online? Triknya adalah dengan mengajak asisten. Konsep bisa milik kita, teknik biar asisten yang jalanin. Bisnis itu idealnya tidak mungkin dipegang sendiri. Saat ini ada 4 customer service untuk toko online di Instagram.

Toko online saya ada di Fp GMGO, Instagram GMGO, dan Shopee: https://shopee.co.id/qoyyum78. Semuanya, dari editting foto sampai mengelola media online untuk jualan, saya lakukan secara otodidak.

Bangun Hubungan Baik dengan Supplier, “Cincai” laah…

Terkadang, ada calon customer yang menginginkan suatu barang, tapi supplier lama responnya. Akhirnya calon customer keburu kabur? Caranya adalah pilih supplier yang bisa “cincai”, bisa nego tempo bayar. Tipsnya, deketin karyawan dan owner-nya. Saya kalau belanja suka bawa gorengan, rujak, atau makan bareng sambil ngobrol ngalor ngidul sama karyawannya. Bahkan sampai mereka curhat. Di Tanah Abang, banyak tempat saya “ngetem”. Tempat saya nitip barang. Numpang sholat. Minta WLAN. Punya beberapa porter kepercayaan. Di tempat parkir yang nyaman, biarpun sudah penuh, tetap dikasih parkir.

Amanah, Kunci Menjaga Kepercayan Supplier.

Hal yang penting dalam menjaga hubungan dengan supplier adalah ketika kita amanah. “Nama” kita akan direkomendasikan sesama supplier. Mereka mudah kasih kita barang. Kalau sudah sangat dekat, kita bisa nego tempo bayar.

Quick Respons.

Kunci online adalah quick respon. Namun terkadang hal itu menyita banyak waktu. Triknya adalah dengan membuat jadwal jam buka-tutup tokonya.

Buat Target yang Terukur, Bukan Kira-Kira.

Semua bisnis, baik besar atau kecil, harus punya target atau goal. Dari situ kita bisa rinci, apa saja yang harus dilakukan. Ini harus jelas angkanya. Tidak pakai kira-kira. Karena apa yang terukur bisa dicapai. Misal, bulan ini saya target omset 100 juta. Berapa customer yang saya butuhkan untuk mencapai itu? Mereka harus belanja berapa pcs per hari? 100 juta dibagi 25 hari kerja berarti butuh omset 4 juta per hari. Harga baju yang saya jual rata-rata 200 ribu/pcs. Maka minimal saya harus menjual 20 pcs/hari. Kalau satu pelanggan beli rata-rata 2 pcs, maka saya hanya butuh 10 orang pelanggan saja untuk dapat 4 juta per hari.

Membangun Kepuasan Pelanggan

Kepuasan apa yang ingin kita berikan kepada pelanggan? Rinci sesuai dengan bisnis masing-masing. Kalau online apa? Kalau kuliner apa? Kalau jasa apa? Misal, saya menjalankan bisnis online gamis, adalah untuk bisa memberi manfaat ke banyak orang yang membutuhkan gamis dengan harga terjangkau, tapi kualitas bagus. (Selvi Ermawati/HALALTREN.COM).

Gambar: Ilustrasi