Sertifikat Halal Penting untuk Tingkatkan Daya Saing

Sertifikat Halal Penting untuk Tingkatkan Daya Saing

Sejauh ini, masih banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih memandang sertifikasi halal sebagai sebuah beban, dianggap sebagai biaya. Hal ini tentu disayangkan, perubahan pola pikir (mindset) harus diubah.

UKM sudah semestinya memandang sertifikasi halal sebagai sebuah tangga agar bisnis bisa naik kelas. Kenapa? Sebab salah satu manfaat sertifikasi halal adalah bisa meningkatkan daya saing.

Hal ini cukup masuk akal. Sejauh ini sertifikasi halal yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang selanjutnya akan dilakukan oleh Badan  Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah diakui oleh dunia.

Saat ini pula telah dilakukan kerjasama internasional bahwa produk yang telah disertifikasi halal oleh negara tertentu tak perlu disertifikasi oleh negara yang bersangkutan. Kerjasama ini selaras dengan Undang-Undang Jaminan Produk Halal  Nomor 33 tahun 2014.

Selanjutnya data menunjukkan bahwa ceruk pasar halal global semakin besar. Pasar produk halal global akan tumbuh dari 45, 3 milyar dollar AS pada 2016 menjadi 58,3 milyar milar dollar AS pada tahun 2022.

Menjawab peluang pasar halal global ini, tentu saja perlu disambut baik oleh para pelaku UKM. Tanpa sertifikasi halal produknya, maka peluasan pasar ke berbagai negara menjadi sulit. Itu sebabnya, sertifikasi halal boleh dibilang “wajib” sebagai syarat untuk melangkah ke sana.

Dengan adanya sertifikasi halal pula, pelaku UKM dituntut untuk memberikan standar, mulai dari kebersihan, kesehatan sampai cara pengolahan, pengemasan serta tampilan. Kalau awalnya tampilannya biasa saja, dengan adanya standarisasi maka tampilan produknya akan lebih menawan.

JIka produk Indonesia jangkauannya  bisa luas, maka secara tidak langsung, selain bisa memberikan kemanfaatan pribadi, juga bisa turut memberikan sumbangan untuk perekonomian Indonesia lebih baik lagi. (YA/HALALTREN.COM).

Penulis. Founder Halaltren.com. WA: 082123147969