Skema Harga Uang Elektronik untuk Transaksi Top Up

Skema Harga Uang Elektronik untuk Transaksi Top Up

Rencana pemungutan biaya Top-up E-Money ternyata benar adanya. Dan sebentar lagi akan dijalankan. Kebijakan Bank Indonesia ini tentu saja sangat menjengkelkan masyarakat. Setelah masyarakat dipaksa untuk terbiasa menggunakan uang elektronik, pemerintah melalui Bank Indonesia malah coba “memeras” rakyatnya sendiri.

Menurut sumber di BI yang dimintai keterangan oleh Crew Halaltren.com. Berikut ini kira-kira rinciannya:

Top Up On Us (pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu),untuk nilai sampai dengan Rp200 ribu, tidak dikenakan biaya. Sementara untuk nilai di atas Rp200 ribu dapat dikenakan biaya maksimal Rp750.

Top Up Off Us (pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu yang berbeda/mitra), dapat dikenakan biaya maksimal sebesar Rp1.500,- Kebijakan skema harga ini mulai berlaku efektif 1 (satu) bulan setelah PADG GPN diterbitkan, kecuali untuk biaya Top Up On Us yang akan diberlakukan setelah penyempurnaan ketentuan uang elektronik . Kepada seluruh pihak dalam penyelenggaraan GPN wajib memenuhi aspek transparansi di dalam pengenaan biaya.

Inilah skema yang diatur oleh BI. Apa boleh buat, lagi-lagi menambah beban masyarakat. Maka, tak ada lain untuk satu sikap menolak pemungutan “kejam” ini. (Zaidan Nafis/Halaltren.com).