Wisata Halal NTB, Upaya Wujudkan Islam Rahmatan lil Alamin

Wisata Halal NTB, Upaya Wujudkan Islam Rahmatan lil Alamin

Nusa Tenggara Barat menjadi destinasi Family Halal tourism atau wisata halal keluarga pertama di Indonesia, kendati belum sehebat halal tourism di negara lain.

Demikian terungkap dalam penjelasan  Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Aula Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB, Selasa Kemarin (20/2/2018)

“Sebenarnya, wisata halal di Lombok belum maju di banding Malaysia dan Korea. Lombok menjadi sorotan karena berani pertama kali menghadirkan segmen wisata yang ramah bagi pelancong Muslim,” katanya.

Menurut TGB, destinasi wisata halal di NTB adalah upaya mewujudkan ide-ide yanh selama ini diwacanakan diruang seminar.

“Ini adalah pembuktian hujjah bahwa Islam itu rahmatan lil alamin,”jelas alumni Al Azhar Mesir itu.

Karena, lanjut TGB, kepemimpinannya berusaha mewujudkan nilai keislaman dalam kebijakan-kebijakan pemerintahan.

“Kami tertantang membuktikan untuk mewujudkan kebijakan bermuatan nilai-nilai Islam,”ujarnya.

Kendati demikian, katanya lagi, perda-perda terkait ibadah mahdhah tidak agresif di NTB, seperti kebijakan soal jilbab. Alasannya karena, pemerintah ingin mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, supaya kesalihan lahir dari kesadaran pribadi.

“Kami menilai hal itu adalah ranah pribadi, ranah kesadaran pribadi, ada proses tarbiyah atau pendidikan dari keluarga yang harus terus dilakukan,”jelasnya.

TGB mengaku membuat perda wisata halal untuk kemanfaatan seluruh lapisan masyarakat bukan hanya bagi umat Islam

Ia menceritakan bagaimana bertemu dengan pelaku wisata non-muslim. Dia bertanya kata TGB,  apakah bapak ingin mematikan usaha kami? tapi begitu ketemu lagi dengan saya, malah berkata ini adalah potensi besar.

“Impacknya bisa dihadirkan.  Lombok lumayan belajar sendiri soal wisata hala, sekarang ditiru Aceh dan Jawa Barat, karena potensinya luas dan besar,” katanya. (Sumber: bilal/voa-islam/21/2/18))